Perbedaan Antara Elipsoidal, Geoid, dan
Tinggi Ortometrik
Perbedaan Antara Elipsoidal, Geoid, dan
Tinggi Ortometrik
Banyak pelanggan yang bingung dengan perbedaan ketinggian (altitude) yang dilaporkan oleh mereka GNSS penerima.
Dalam posting ini kami akan menunjukkan konsep masing-masing dengan kata-kata sederhana (kami mohon maaf kepada semua surveyor dan ilmuwan yang membaca posting ini).
Tinggi elips:
Bentuk planet bumi disederhanakan seperti bola rugby (ellipsoid).
Tinggi elips adalah jarak vertikal antara antena GNSS dan permukaan bola rugby.
Keuntungan: model ellipsoid sangat sederhana, banyak penerima GNSS menggunakan model yang sama.
Kekurangan: ketinggian ellipsoidal dapat memiliki kesalahan yang sangat besar (>50m) dibandingkan dengan ketinggian sebenarnya di atas permukaan laut rata-rata.
Ketinggian ortometrik (juga dikenal sebagai ketinggian di atas permukaan laut rata-rata):
Bentuk planet bumi di permukaan laut dimodelkan dengan detail tinggi (geoid).
Ketinggian ortometrik adalah jarak vertikal antara antena GNSS dan permukaan definisi tinggi ini (geoid).
Keuntungan: ketinggian yang diukur mewakili ketinggian di atas permukaan laut rata-rata.
Kekurangan: ukuran model definisi tinggi besar, biasanya model ini tidak disimpan langsung di penerima GNSS tetapi di smartphone/aplikasi komputer.
Beberapa model definisi tinggi ini bersifat lokal (bukan global) untuk mengurangi ukurannya.
Tinggi geoid:
Dihitung sebagai perbedaan ketinggian antara model definisi tinggi (geoid) dan bola rugbi (ellipsoid) untuk lokasi tertentu.
Tinggi geoid = tinggi ellipsoidal – tinggi ortometrik
*ketinggian geoid kadang-kadang disebut sebagai Pemisahan geoid, undulasi geoid or Deviasi geoid.
Anda dapat memeriksa Tutorial tentang geoid khusus untuk pengukuran tinggi badan ortometrik di mana kami menjelaskan cara menggunakan geoid khusus untuk pengukuran tinggi ortometrik berkualitas tinggi dengan perangkat Android Anda.